Dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia pada Pemandu Wisata dan Pelaku Pariwisata yang ada di Boyolali dengan tujuan menciptakan Sumber Daya Manusia yang terampil di bidang kepariwisaan, yang nantinya memiliki kemampuan dan ketrampilan khusus sehingga dapat memberi informasi daya tarik wisata, mengantar perjalanan wisatawan dan menjelaskan tujuan kedatangan di daerah wisata, serta memberi kenyamanan atas pengalaman wisata agar lebih bermakna serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan, dan memberikan rasa aman kepada wisatawan, maka Dinas Pemuda Olah Raga Dan Pariwisata Kabupaten Boyolali akan menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan di bidang kepariwisataan.
Alamat : Perkantoran terpadu Alun - alun Lor, Kragilan, Mojosongo, Boyolali, Tlp. 0276-321150
Minggu, 07 Februari 2021
Selasa, 02 Februari 2021
Stadion Kebo Giro
Stadion Kebo Giro berlokasi di Paras, Cepogo. Stadion ini berada ditengah pedesaan dekat dengan pemukiman penduduk. Stadion Kebo Giro saat ini sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan tahun 2021 dapat selesai. Untuk menyewa lapangan di Stadion Kebo Giro, kalian harus membayar 5 juta untuk 2 jam permainan. Wow! bukan harga yang murah bukan? Hal ini dikarenakan perhitungan biaya untuk perawatan rumput tidaklah murah dan mudah. Disporapar kabupaten Boyolali mempercayakan perawatan rumput kepada ahlinya.
Senin, 01 Februari 2021
Muda
Tama Galeri 2, Pelopor kerajinan Tembaga
di Boyolali
Ditulis
& Diterjemahkan Oleh Jihad Arief Ma’ruf
(Mahasiswa
Magang D3 Bahasa Inggris Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret)
Boyolali,
26 Januari 2021 – Muda Tama Galeri 2
merupakan salah satu galeri kerajinan tembaga yang terkenal dari Desa pengrajin
tembaga hias di Kupo, Tumang, Cepogo, Boyolali. Usaha ini mulai dirintis sejak
tahun 1980 oleh Alm. Supri Haryanto. Setelah beliau meninggal, usaha ini
diteruskan oleh Suyanti, istrinya hingga berkembang pesat seperti sekarang.
Supri
memiliki 2 cabang usaha, yakni Muda Tama Galeri
1 yang lebih difokuskan untuk kegiatan produksi tembaga untuk pelanggan
lama. Sedangkan, Muda Tama Galeri 2 lebih difokuskan untuk kegiatan finishing dan galeri bagi pelanggan yang
ingin melihat koleksi produk, serta untuk mengembangkan usaha dengan target
pasar pelanggan baru.
“Sejak
berdirinya Muda Tama Galeri 2 pada tahun 1980. Kami berhasil menjual kerajinan
tembaga ini ke daerah-daerah dalam negeri maupun mancanegara, seperti Jawa,
Bali, Korea Selatan, Jepang, Australia, Eropa, dan Amerika,” jelas Aji
Prasetyo, pengelola Muda Galeri 2. Ia juga menjelaskan bahwa kerajinan tembaga
hasil karya Muda Tama Galeri 2 telah
sering mengikuti pameran karya seni di Jakarta, Malaysia, dan China.
Produk
yang dihasilkan terdiri dari berbagai jenis kerajinan tembaga, seperti
peralatan memasak, dan furniture
dengan kisaran harga mulai dari Rp 50.000,- hingga milyaran rupiah sesuai
dengan tingkat kesulitan dan ukuran produk.
Muda
Tama Galeri 2 menjual produknya dengan sistem pre-order baik secara online
maupun offline, serta menjualnya
langsung di galeri (sesuai persediaan yang ada). Beberapa hotel di Kota Solo telah
mepercayakan furniture dan desain interiornya pada Muda Tama Galeri 2. Bahkan beberapa ikon di
Kota Solo dan Boyolali, seperti Monumen Susu Tumpah, Monumen Jagung, dan
Monumen Keris di depan Museum Keris Solo diproduksi oleh Muda Tama Galeri 2.
Muda Tama Gallery 2, The
Pioneer of Copper Handicraft in Boyolali
By Jihad Arief Ma’ruf
(An Internship Student of English Diploma
Program Vocational School UNS)
Boyolali, January 26th, 2021 - Muda Tama Gallery 2 is one of the famous copper handicraft galleries from copper handicraft tourism village in Kupo, Cepogo, Boyolali. This business started in 1980 by the late Supri Haryanto. After he passed away, his business is continued by Suyanti, his wife and it grow well like now.
Supri has 2 galleries, Muda Tama Gallery 1, which is focused on copper production activity for loyal customers. While Muda Tama Gallery 2 is more focused on product finishing activity and becoming the gallery for customers who want to sightsee the product collections, also to expand the business with the new customers as the target market.
“Since Muda Tama Galeri 2 was established in 1980, we have sold these copper handicrafts to several regions in domestic and abroad, such as Java, Bali, South Korea, Japan, Australia, Europe, and USA,” Aji Prasetyo, the manager of Muda Tama Gallery 2, stated. Aji also described the products of Muda Tama Gallery 2 have often participated in art exhibitions in Jakarta, Malaysia, and China.
The
products consist of various types of copper handicraft, such as kitchen
set, and furniture, starting from IDR 50,000 to billions of rupiah depending on
complexity and product size. Muda Tama Gallery 2 sells its product with a
pre-order system via online and offline, as well directly sells in the gallery
(depends on its stocks). Several hotels in Solo have bought the furniture and
the interior design from Muda Tama Gallery 2. Moreover, some land marks in Solo
dan Boyolali, such as Susu Tumpah Monument, Jagung Monument, and Keris Monument
located in front of the Keris Museum of Solo are made by Muda Tama Gallery 2.
Sumber :
J Arief Ma'ruf <jihadariefmaxruf@gmail.com>
Minggu, 24 Januari 2021
Renovation of
Boyolali’s Athletic Field
By: Andrianza
Kisdinar Pranadi
Boyolali, January 20th, 2021 −
The athletic field located in Mojosongo, Boyolali is being renovated. This
renovation occurs due to the lack of quality of the football field inside it.
After considering it, the Boyolali of Youth, Sports, and Tourism Authorities
team-up with PT Harapan Jaya Lestarindo as the investor and other stakeholders,
stick together to improve that field’s quality and other supporting aspects
such as stands, fences, toilets, and sinks for compliance with health protocol
requirements during a pandemic. The duration of collaboration lasts for many
years.
Before started the renovation of
this field, the investor, who is also the contractor company, said that there
were things which haven’t met the requirements. “Last Sunday, we have come to
the location to survey the ground elevation. It turns out that the ground level,
namely the elevation, haven’t met the requirements when compared to the
renovation experiences that have been done,” said the staff of PT Harapan Jaya
Lestarindo.
Since the beginning of renovation,
the field grass is the main concern in improving its quality. Heavy equipment
will be used to overcome the ground elevation that has not met the requirements.
On Sunday (17/01/2021), the football field renovation has begun with repairing
the field’s ground and grass.
In this case, the active
participation of 2 residents maximum to the maintain the site security during
this field renovation process is really needed, especially who live near that
field, so the progress of renovation proceeds can be fast and precise. Besides
that, the residents can use that field and involve in maintaining it after the
renovation. The field renovation can increase the attention and visit from the
residents who live far from that field, so the local residents can get a
benefit by providing other beneficial things.
Translated by:
Andrianza
Kisdinar Pranadi
(An
Internship Student of English Diploma Program Vocational School UNS)
Edited
by:
Pranasti Kusuma P. N.
(An Internship
Student of English Diploma Program Vocational School UNS)
Selasa, 22 Desember 2020
Minggu, 13 Desember 2020
Rabu, 02 Desember 2020
UMBUL TLATAR BOYOLALI, WISATA REKREASI SEKALIGUS EDUKASI DENGAN WAWASAN LINGKUNGAN
Senin, 30 November 2020
Selasa, 24 November 2020
TARI BUTO GEDRUK
Indonesia adalah negara yang kaya dengan keanekaragaman adat, seni dan budaya. Tiap-tiap daerah memiliki keunikan dan identitas seni , tak terkecuali di daerah Yogyakarta dan Boyolali, Jawa tengah. Di daerah ini berkembang di masyarakat adanya seni tari yang biasa disebut tari Butho gedruk. Tari butho gedruk adalah salah satu babak dari kesenian Jathilan. Tarian ini menceritakan tentang sekelompok raksasa yang tinggal di hutan. Mereka marah karena perbuatan manusia yang sering merusak alam tanpa menghiraukan kelangsungan hidup makhluk- makhluk yang tinggal di hutan. Bentuk kemarahan para raksasa itu adalah dengan menghentak-hentakan kaki, menggetarkan bumi dengan hentakan kaki mereka. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka itu ada ,dan mereka itulah penjaga hutan. Mereka tidak ingin manusia itu merusak hutan sesuka hati mereka.
Dari hentakan-hentakan kaki para raksasa tersebut maka tarian ini dinamakan tari gedruk atau tari butho gedruk. Di akhir tarian ini para penari membuka topeng yang dikenakan, yang semuanya itu ingin menunjukkan keragaman dari aslinya butho atau raksasa, mereka tidak akan marah manakala manusia bisa berbuat baik kepada alam dan mereka sebenarnya bisa diajak bersahabat dengan manusia. Tarian ini biasa di pertunjukan sebagai hiburan di acara pernikahan, Sadranan dan juga sebagai tarian menyambut atau menghibur tamu penting. Tarian ini diiringi menggunakan gamelan klasik Jawa yang sudah digarap secara apik. Ada tiga aliran musik yang digabungkan, mulai dari campursari, lagu pop dan sampak penutupnya. Menjadikan kesenian ini merakyat atau disukai oleh berbagai lapisan masyarakat
Minggu, 15 November 2020
a day at hidden paradise
Kamis, 01 Oktober 2020
Tari Elang Jawa
Sebuah atraksi kesenian masyarakat yang berasal dari Jelok, Cluntang, Musuk, Boyolali.
Klik Link : https://www.youtube.com/watch?v=tspbYxgoonc
Minggu, 30 Agustus 2020
Rajut
Kebhinnekaan Dalam Pandemi
Dalam
Rangka Jawa Tengah Kampung Bhineka…
Yuk, Ikuti
lomba yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah dengan
Thema “ Rajut Kebhinnekaan Dalam Pandemi “. Lebih jelasnya mari akses Link https://kampungbhinneka.kesbangpol.jatengprov.go.id/
. Dapatkan hadiahnya dengan berbagai lomba yang di ikuti. Terimakasih....















